A. Pengertian
Manusia
Secara
bahasa manusia berasal dari kata“manu” (Sansekerta), “mens” (Latin),
yang berarti berpikir, berakal budi atau
makhluk ang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain).
Secara
istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan
atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu.
Dalam
hubungannya dengan lingkungan, manusia merupakan suatu oganisme hidup (living
organism). Terbentuknya pribadi seseorang dipengaruhi oleh lingkungan bahkan
secara ekstrim dapat dikatakan, setiap orang berasal dari satu lingkungan, baik
lingkungan vertikal (genetika, tradisi), horizontal (geografik, fisik, sosial),
maupun kesejarahan. Tatkala seoang bayi lahir, ia merasakan perbedaan suhu dan
kehilangan energi, dan oleh kaena itu ia menangis, menuntut agar perbedaan itu
berkurang dan kehilangan itu tergantikan. Dari sana timbul anggapan dasar bahwa
setiap manusia dianugerahi kepekaan (sense) untuk membedakan (sense of
discrimination) dan keinginan untuk hidup. Untuk dapat hidup, ia membutuhkan
sesuatu. Alat untuk memenuhi kebutuhan itu bersumber dari lingkungan.
Oleh karena
itu lingkungan mempunyai pengaruh besar terhadap manusia itu sendiri, hal ini
dapat dilihat pada gambar siklus hubungan manusia dengan lingkungan sebagai
berikut:
a.
Siklus
Hubungan Manusia
b.
Siklus
Hubungan Manusia
A.
Pengertian
Cinta Kasih
1.
Menurut
Kamus Umum Bahasa Indonesia karya W.J.S Poerwa Darminta,
Cinta adalah rasa sangat
suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau
sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata Kasih artinya perasaan sayang
atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan, dengan demikian arti cinta dan
kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu
cinta kasihdapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang
disertai dengan menaruh belas kasih. Walaupun cinta kasih memegang peranan yang
penting dalam kehidupan manusia, sabab cinta merupakan landasan dalam kehidupan
perkawinan, pembentukan kelurga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat
dimasyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah
pengikat yang kokoh antara manusia dengan Tuhannya sehingga manusia menyembah
Tuhan dengan ikhlas, mengikuti perintahNya, dan berpegang teguh pada
syariatNya.
Pengertian tentang cinta
dikemukakan juga oleh Dr. Sarlito W. Sarwono, dikatakan bahwa cinta memiliki
tiga unsur yaitu: Keterikatan, Keintiman, dan Kemesraan. Yang dimaksud
dengan Keterikatan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia,
segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan
dia, kalau janji dengan dia harus ditepati. Unsur yang kedua adalah Keintiman yaitu
adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukan bahwa antara anda
dengan dia sudah tidak ada jarak lagi. Panggilan-panggilan formal seperti
bapak, ibu, saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan,
sayang dan sebagainya.Makan minum dari satu piring, cangkir tanpa rasa risi,
pinjam meminjam baju, saling memakai uang tanpa rasa berhutang, tidak saling
menyimpan rahasia dan lain-lainya. Unsur yang ketiga adalah Kemesraan,
yaitu adanya rasa ingin membelai dan dibelai, rasa rindu jika jauh atau lama
tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang,dan
seterusnya.
Cinta tingkat tertinggi adalah
cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa. Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada
orang tua, anak, saudara, suami / istri dan kerabat. Cinta tingkat terendah
adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta, dan tempat
tinggal
Menurut Erich Fromm:
·
PERASAAN
·
PENGENALAN
·
TANGGUNG JAWAB
·
PERHATIAN
·
SALING MENGHORMATI
Cinta adalah suatu perasaan
yang penuh kasih namun juga terdapat emosi. Cinta menurut agama adalah pembatas
utama bagi manusia dalam mengepresikan cinta dalam hidupnya dan rasa tulus hati
tanpa rasa ingin memiliki, tanpa rasa cemburu dan cinta mencerminkan akhlak dan
moral yang baik.
Cinta tidak dapat di lihat tapi
dapat di rasakan karena cinta tidak berwujud. Dalam cinta dan kasih sayang
timbul rasa mesra yang artinya perasaan simpati yang akrab.
Sumber :
Buku Ilmu Budaya Dasar oleh Widyo
Nugroho dan Achmad Muchji yang diterbitkan oleh Gunadarma.
No comments:
Post a Comment